MINYAK

Exxon: Minyak Banyu Urip Mengalir ke FSO Cinta Natomas Tunggu Instruksi Pemerintah

FSO Cinta Natomas. | Foto : Istimewa.

FSO Cinta Natomas. | Foto : Istimewa.

Eksplorasi.id – Pihak ExxonMobil Cepu Ltd menyerahkan sepenuhnya keputusan mengalirkan sebagian minyak yang ada di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu ke jalur pipa eksisting yang menuju FSO Cinta Natomas.

Saat ini, seluruh produksi minyak yang ada di Banyu Urip hampir seluruhnya, sebagian masuk ke kilang mini milik PT Tri Wahana Universal, ke FSO Gagak Rimang. Banyu Urip saat ini bisa memproduksi minyak sebanyak 201 ribu barel per hari (bph).

“Apapun keputusan pemerintah, Exxon pasti mentaatinya. Begitu pemerintah kasih izin, sesuai prosedur yang berlaku, pasti kami langsung salurkan ke FSO Cinta Natomas,” kata VP Public and Government Affairs ExxonMobil Erwin Maryoto kepada Eksplorasi.id ketika ditemui di Lapangan Banyu Urip, Jumat (18/8).

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu sejumlah pihak mengatakan bahwa pengoperasian hanya satu jalur pipa ke FSO Gagak Rimang cukup riskan, terutama jika terjadi gangguan maka bisa berakibat fatal.

Antisipasi diperlukan karena pipa minyak yang di bangun ExxonMobil dengan ukuran 1 x 20 inchi hanya terpasang satu pipa saja.

Disinggung soal kondisi riskan tersebut, Erwin menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa melakukan inspeksi rutin untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Misalnya petugas kami selalu keliling setiap saat di jalur pipa tersebut untuk memastikan selalu dalam kondisi aman,” ujar dia.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, Komisi VII DPR pun meminta agar infrastruktur eksisting pipa yang menghubungkan ‘Pad A’ Banyu Urip di Blok Cepu ke FSO Cinta Natomas dapat segera dimanfaatkan.

Poin tersebut menjadi salah satu kesimpulan kunjungan spesifik Komisi VII DPR ke Banyu Urip pada 10 Februari 2017, dari enam kesimpulan yang ada, berdasarkan salinan dokumen yang diperoleh Eksplorasi.id.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha pernah mengatakan, rekomendasi penggunaan jalur pipa ke FSO Cinta Natomas merupakan hasil kesepakatan antara Komisi VII DPR dengan SKK Migas dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar pada pertengahan 2016.

“Jadi tidak semua minyak dari Banyu Urip dialirkan melalui pipa yang menuju ke FSO Gagak Rimang. Tujuannya agar pipa yang ke FSO Cinta Natomas tidak idle,” kata dia kepada Eksplorasi.id di gedung parlemen, Jakarta, Selasa (17/1).

Reporter : HYN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular

To Top