BATUBARA

Harga Batubara Naik, Adaro Energy Tak Kerek Produksi

Eksplorasi.id – Penguatan harga batubara yang diprediksi menembus level US$ 70 per ton pada akhir tahun tak membuat PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) mengerek produksi.

Adaro

Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), Garibaldi Thohir menilai harga batubara tidak dapat diprediksi maupun dikontrol. Perseroan hanya mampu mengontrol kondisi internal dengan cara terus melakukan efisiensi. “Supaya bisa tetap mempertahankan posisi keuangan yang solid di tengah kondisi pasar yang sulit. Adaro tidak akan menaikkan produksi tahun ini, tetap 52-54 juta ton,” ujar Garibaldi, Kamis (6/10).

Emiten bersandi saha ADRO itu tidak menaikkan produksi batubara lantaran demi terjaminnya pasokan kebutuhan jangka panjang. Terutama, kebutuhan bagi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik Adaro yang membutuhkan batubara.

Dari bursa komoditas, harga batu bara kontrak Desember 2016 di Rotterdam telah melesat 70,99% sepanjang tahun berjalan ke level US$73,10 per metrik ton. Level tersebut menjadi harga tertinggi sejak akhir 2014. Pada perdagangan Rabu (5/10/2016), harga batu bara kontrak Desember 2016 di bursa Rotterdam menguat 0,14% sebesar 0,1 poin. Sepanjang September, harga batu bara melesat 11,08% sebesar 6,80 poin ke level US$68,15 per metrik ton.

Sumber: Detik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular

To Top