BERITA

Lapangan Jangkrik Diresmikan, Investasi Bisa Hemat 10 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, meresmikan fasilitas produksi gas lapangan Jangkrik, Selasa (31/10)

Eksplorasi.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, hari ini Selasa (31/10) meresmikan fasilitas produksi gas lapangan Jangkrik, sebuah proyek strategis berkapasitas 600 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau setara dengan 100,000 barel setara minyak per hari (boed). Peresmian dilakukan di area Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Receiving Facility/ORF) milik Eni Muara Bakau, di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Bisa produksi 6 bulan lebih cepat adalah sebuah kerja yang luar biasa. Artinya, bisa hemat 5%-10%, dan ini baik untuk negara karena pola kontraknya cost recovery,” kata Menteri ESDM Jonan saat peresmian.

ORF berfungsi menerima aliran gas dan kondensat dari Floating Production Unit (FPU) Jangkrik. Keduanya merupakan fasilitas baru dari pengembangan lapangan gas Jangkrik dan menjadi bagian dari pengembangan fasilitas yang terintegrasi.

“Penyaluran produksi dari lapangan ini telah meningkatkan utilitas dari fasilitas LNG Bontang. Dengan demikian penyediaan energi yang lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Produksi gas dari Jangkrik akan memasok LNG ke pasar domestik dan juga pasar ekspor, sehingga memberi kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi Indonesia.

Sementara, Managing Director ENI Indonesia Fabriszio Trilli mengatakan proyek ini merupakan hasil kerja yang luar biasa seluruh tim. Dia menyebut dukungan begitu besar dari Kementerian ESDM dan SKK Migas menjadikan proyek lapangan Jangkrik cepat selesai.

“Pada 29 Mei 2017, Eni telah memulai produksi dari Proyek Pengembangan Kompleks Jangkrik di lepas pantai laut dalam Indonesia, lebih cepat dari perkiraan November. Investasi yang ditanamkan dalam proyek ini mencapi 4,3 miliar dolar AS,” ucapnya.

Proyek ini mencakup lapangan Jangkrik dan Jangkrik North East yang terletak di Blok Muara Bakau, Cekungan Kutei, di perairan laut dalam Selat Makassar, sekitar 70 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur. Produksi itu dihasilkan melalui sepuluh sumur bawah laut yang terhubung dengan FPU Jangkrik.

Dimulainya produksi sangat signifikan untuk menambah pasokan gas dalam negeri dan memenuhi target lifting gas bumi pada tahun 2017 sebesar 1,15 juta barel setara minyak per hari, dan 2018 sebesar 1,2 juta. Pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan gas di dalam negeri. Tahun 2017 alokasi gas di dalam negeri sebesar 62%. (SAM)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com