BERITA

Posisi Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina ‘Tidak Aman’? Ini Calon Penggantinya

Eksplorasi.id – Dwi Soetjipto sebagai direktur utama (dirut) PT Pertamina (Persero) saat ini diduga sedang dalam posisi ‘tidak aman’. Sejumlah pihak digadang-gadang akan menggantikan posisi Dwi.

Gedung Pertamina | Foto : Istimewa

Gedung Pertamina | Foto : Istimewa

Sumber Eksplorasi.id mengungkapkan, sinyalemen pergantian Dwi sebagai dirut sudah mulai terlihat ketika Ahmad Bambang diangkat oleh Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno sebagai wakil dirut.

“Kewenangan Dwi sedikit demi sedikit mulai dipreteli. Ada seseorang yang berkeinginan Dwi Soetjipto diganti. Padahal kinerja Dwi lumayan bagus,” kata sumber di Jakarta, Rabu (30/11).

Sumber menjelaskan, sejumlah nama masuk ke dalam bursa pergantian Dwi Soetjipto sebagai dirut. Menurut sumber, sejumlah nama tersebut antara lain mayoritas berasal dari internal perseroan, seperti Ahmad Bambang, Rachmad Hardadi, dan Syamsu Alam. “Nama lain yang masuk kemungkinan Ahmad Faisal,” ujar sumber.

Baca juga :

Berikut profil calon pengganti Dwi Soetjipto yang coba dirangkum Eksplorasi.id.

Ahmad Bambang

Ahmad Bambang | Foto : Istimewa

Ahmad Bambang | Foto : Istimewa

Saat ini duduk sebagai wadirut Pertamina. Lahir 5 Juli 1962, sebelumnya duduk sebagai direktur Pemasaran Pertamina.

Ahmad Bambang merupakan lulusan Sarjana Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung (1986) dan Program Magister Manajemen Industri, Universitas Indonesia (1999).

Perjalanan karirnya di Pertamina dimulai sejak 1989 dan pernah dipercaya memegang beberapa posisi strategis antara lain sebagai deputi direktur Distribusi (2007-2008), senior vice president CSS (2009-2010), senior vice president HR Development.

Rachmad Hardadi

Rachmad Hardadi | Foto : Istimewa

Rachmad Hardadi | Foto : Istimewa

Kini menjabat sebagai direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, sebelumnya sebagai direktur Pengolahan. Lahir pada 4 Mei 1960, Rachmad Hardadi merupakan lulusan Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (1985) dan mendapat gelar Magister Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (1995).

Perjalanan karirnya dimulai sejak tahun 1988, dan pernah dipercaya untuk memegang posisi vice president Planning & Optimization, Direktorat Pengolahan, PT Pertamina (Persero) (2010-2011), vice president Refining Technology, Direktorat Pengolahan, PT Pertamina (Persero) (2011-2012), direktur & COO PT Badak NGL (2012-2014) dan presiden direktur PT Badak NGL (2014).

Syamsu Alam

Syamsu Alam | Foto : Istimewa

Syamsu Alam | Foto : Istimewa

Lahir pada 2 April 1963 dan menjabat sebagai direktur hulu Pertamina pada 8 Desember 2014 sampai sekarang. Syamsu Alam merupakan lulusan Sarjana Geologi dari Institut Teknologi Bandung (1988), Master of Science, Geofisika dari Institut Teknologi Bandung (1994) dan meraih gelar PhD dari University of Texas A & M di Texas, USA (2001).

Perjalanan karirnya dimulai sejak tahun 1989 di PT Pertamina dan pernah dipercaya untuk memegang posisi direktur Eksplorasi & Pengembangan di PT Pertamina EP (2008-2011), direktur utama PT Pertamina EP (2011-2013) dan senior vice president Exploration PT Pertamina (Persero) (2013-Desember 2014).

Ahmad Faisal

Ahmad Faisal |Foto : Istimewa

Ahmad Faisal |Foto : Istimewa

Dia pernah duduk sebagai direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina sejak Maret 2006 hingga medio 2010. Pria kelahiran Tebing Tinggi, 20 Maret 1956 ini terbilang sudah lama malang melintang di Pertamina.

Berbekal pendidikan dari Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB), Faisal pernah menjajaki karir sebagai General Manajer UPms III Pertamina.

Karirnya terus berlanjut ke General Manajer LPG & Produk Khusus Pertamina, General Manajer Gas Domestik Pertamina, Kepala Divisi BBM, Direktorat Hilir Pertamina, hingga akhirnya berlabuh di Deputi Direktur Pemasaran & Niaga Pertamina.

Reporter : Diaz

1 Comment

1 Comment

  1. Sucahyo Wahyu Pratomo

    1 Desember 2016 at 11:55 pm

    Saatnya Pertamina dipimpin oleh orang binaan Pertamina sendiri. Hrs sadar mulai saat ini, jangan orang luar masuk tetapi tidak punya dampak significant terhadap kinerja total dari Pertamina.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com