BERITA

Archandra Baru Sebatas Paten, Karya Gde Sudah Dipakai di West Seno

Eksplorasi.id – Archandra Tahar, mantan menteri ESDM dikabarkan memiliki tiga paten terkait pengembangan lapangan migas lepas pantai (offshore), seperti teknologi McT (Multi Column TLP) Floating Platform dan menjadi salah satu yang memperkenalkan standar hidrodinamika untuk industri.

Jauh sebelum nama Archandra mencuat, sebenarnya di dalam negeri ada anak bangsa yang juga cukup mumpuni terkait teknologi offshore. Sebut saja Gde Pradnyana, mantan sekretaris SKK Migas dan mantan deputi Operasional BP Migas.

Berdasarkan penelusuran Eksplorasi.id, disertasi Gde saat akan mengambil gelar doktoral—yang kemudian sukses meraih gelar Doctor of Philosophy in Offshore Engineering, University of Oxford, pada 1992—, juga soal anjungan terapung untuk pemboran di laut dalam. Subjek tersebut tidak jauh berbeda dengan paten Archandra.

west seno

Skematik platform West Seno. Ini adalah ultra deepwater pertama di Asia. (Foto: Istimewa)

Bedanya antara Archandra dan Gde adalah, Archandra masih sebatas paten sementara karya penelitian Gde tersebut sudah diterapkan secara nyata (real life) dan sudah dipakai saat mengembangkan proyek West Seno LTP di Selat Makassar.

Gde juga terlibat aktif dalam menyusun konsep pengembangan Lapangan West Seno LTP yang merupakan anjungan laut dalam pertama di Indonesia. Dia terlibat mulai dari konsep desain sampai uji model di Belanda.

west seno_1

Uji model yang dilakukan di Belanda untuk anjungan West Seno, pada 1994. (Foto: Istimewa)

Konsep desain proyek itu dimulai pada 1992, saat Gde masih menjadi dosen di ITB. Kemudian dia diminta membantu Pertamina BPPKA untuk ikut bersama dengan tim Unocal Indonesia Company—kemudian pada 2005 Chevron membeli Unocal—mengkaji opsi pengembangan Lapangan West Seno.

west seno_2

Bentuk TLP West Seno sebelum dipasang ‘tension-leg’-nya. (Foto: Istimewa)

Saat itu, cadangan minyak pada Lapangan West Seno relatif kecil, yakni hanya sekitar 300 juta barel tapi berada pada ke dalaman 1.100 meter.

Kala itu, kontraktor yang terlibat untuk pembangunan Tension Leg Platforms (TLP) adalah perusahaan Korea Selatan bernama Hyundai Heavy Industries. Sementara untuk FPU (Floating Production Unit) dibuat di PT PAL. Konstruksi dimulai pada 2001, dan mulai dipasang di Lapangan West Seno pada 2003.

wes seno_3

Setelah terpasang dan sedang dilakukan kegiatan pemboran. (Foto: Istimewa)

Hasil karya Gde tersebut kemudian dipublikasikan pada acara ‘Deep Offshore Technology Conference Rio de Janeiro’ di Brasil pada 2006. Pada tahun yang sama, karya Gde juga dipublikasikan di majalah Offshore, sebuah majalah terkemuka di dunia yang berbasis di Houston, Amerika Serikat.

Offshore merupakan majalah yang khusus membahas soal teknologi offshore dan sektor migas lainnya, serta sangat disegani oleh pelaku industri migas dunia.

Eksplorasi | Heri

1 Comment

1 Comment

  1. Trading Emas

    17 Agustus 2016 at 2:04 pm

    Siapapun yang Jadi mentri ESDM, di harapakan harus bisa mengelola SDA kita yang melimpah, jangan di colongin terus ama negri lalin ..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com