• EKSPLORASI.ID
  • MONETER.ID
  • BANTEN.CO
Sabtu, Agustus 30, 2025
  • Login
EKSPLORASI.ID
  • HOME
  • BERITA
  • INDEPTH
  • RAGAM
  • ENGLISH NEWS
  • OPINI
  • VIDEO
  • FOTO
  • INFOGRAFIS
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • INDEPTH
  • RAGAM
  • ENGLISH NEWS
  • OPINI
  • VIDEO
  • FOTO
  • INFOGRAFIS
  • INDEKS
No Result
View All Result
EKSPLORASI.ID
No Result
View All Result
Home MINYAK

Fahmy Radhi Ungkap ISC Tidak Pernah Menolak untuk Membeli ‘Lifting’ dari Banyu Urip

by Eksplorasi.id
18 September 2016
in MINYAK
0
Fahmy Radhi Ungkap ISC Tidak Pernah Menolak untuk Membeli ‘Lifting’ dari Banyu Urip

Ilustrasi logo PT Pertamina (Persero). | Foto : Istimewa.

0
SHARES
74
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Eksplorasi.id – Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina diketahui tidak pernah menolak untuk membeli lifting dari produksi minyak Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu yang akan ditingkatkan.

Ilustrasi logo PT Pertamina (Persero) | Foto : Istimewa
Ilustrasi logo PT Pertamina (Persero) | Foto : Istimewa

Hal itu diungkapkan oleh pemerhati energi Fahmy Radhi. “Saya tadi langsung cek ke Daniel. ISC tidak pernah menolak, bahkan ISC akan menerima produksi Banyu Urip hingga 210 ribu barel per hari (bph),” ungkap dia kepada Eksplorasi.id melalui pesan WhatsApp Messenger, Minggu (18/9).

Daniel yang dimaksud oleh Fahmy Radhi adalah Daniel Purba yang kini menjabat sebagai senior vice president (SVP) ISC. Fahmy menambahkan, berdasarkan keterangan pihak ISC bahwa mereka tidak pernah menolak melainkan saat ini Banyu Urip belum bisa memenuhi peningkatan produksi tersebut.

Fahmy Radhi | Foto : Istimewa
Fahmy Radhi | Foto : Istimewa

“Sebab SKK Migas belum mengeluarkan izin produksi di atas 185 ribu bph. Sedangkan pembicaraan dengan Komisi VII DPR baru kesepakatan yang harus ditindaklanjuti dalam bentuk surat keputusan,” jelas dia.

Mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini menambahkan, dirinya sejak awal tidak yakin bila ISC menolak untuk membeli tambahan produksi dari Banyu Urip.

“Setahu saya ISC sudah melakukan prelift (permintaan awal  pembelian produk migas untuk pengiriman bulan berikutnya, red)  untuk Oktober 2016. Saya langsung melakukan check and recheck kebenaran informasi begitu mendengar soal katanya ISC enggan membeli tambahan produksi dari Banyu Urip,” jelas pria yang juga menjadi peneliti di Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, ini.

Sementara hingga berita ini diturunkan Eksplorasi.id belum memeroleh jawaban resmi dari pihak ISC. Pesan WhatsApp Messenger yang dikirim ke Daniel Purba hanya dibaca saja namun tidak dibalas.

SVP ISC Daniel Purba | Foto : Istimewa
SVP ISC Daniel Purba | Foto : Istimewa

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa ISC menolak membeli minyak dari rencana penambahan produksi (lifting) dari Banyu Urip. Bahkan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang langsung responsif begitu mendengar kabar bahwa lifting Banyu Urip akan ditingkatkan.

Baca juga :

  • Tolak Beli Peningkatan ‘Lifting’ Banyu Urip, Sikap ISC Pertamina Dikecam

Jika kabar ISC benar akan membeli tambahan lifting dari ISC seperti yang dikatakan Fahmy Radhi, maka kemungkinan besar Floating Storage and Offloading (FSO) Cinta Natomas akan beroperasi secara optimal.

FSO Cinta Natomas dioperasikan oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

Kapal ini dibuat oleh Mitsubishi Heavy Industries Hirosima, Jepang. FSO tersebut memiliki gross tonnage sebesar 61.228,93 dengan net tonnage dan dead weight masing-masing 59.770 ton dan 143.391 ton.

FSO Cinta Natomas juga memiliki kapasitas kargo sebesar 162.455 meter kubik atau setara 1.028.096 bbls dengan jumlah tangki masing-masing 12 tangki plus satu slop tank.

Selama ini FSO Cinta Natomas ‘hanya’ menjadi tempat penampungan sementara minyak mentah sekitar 50 ribu bph produksi dari beberapa lapangan, yaitu JOB PPEJ (Sukowati dan Mudi), PEPC (Banyu Urip), dan Pertamina EP Asset-4 (Tiung Biru dan Cepu).

Di satu sisi, selama ini lifting Banyu Urip sepenuhnya masuk ke FSO Gagak Rimang yang dioperasikan oleh EMCL. Penggunaan FSO Gagak Rimang diresmikan sekitar akhir 2014. Bayangkan, kapasitas yang ditampung FSO Gagak Rimang saat ini saja sudah lebih tiga kali lipat dibandingkan dengan FSO Cinta Natomas.

FSO Gagak Rimang semula merupakan kapal tanker minyak berjenis very large crude carrier (VLCC) yang kemudian dikonversi menjadi Kapal Fasilitas Penyimpanan dan Alir-Muat Terapung atau yang disebut sebagai EPC-4.

Kapal FSO berbendera Indonesia ini dibangun sejak 2012. Proyek konversi senilai USD 298 juta ini memiliki daya tampung 1,7 juta barrel, yang dikerjakan oleh PT Scorpa Pranedya yang bermitra dengan Sembawang Shipyard di Singapura.

 

 

Tags: Banyu UripCinta NatomasExxonFSOGagak RimangheadlineISC PertaminaSKK Migas
Eksplorasi.id

Eksplorasi.id

Next Post
Bermodal Pipa 200 Meter, ‘Trader’ Gas Ini Tak Mau Dicap Modal Dengkul

Bermodal Pipa 200 Meter, 'Trader' Gas Ini Tak Mau Dicap Modal Dengkul

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Recommended

Pertamina Minta Konsumen Beli LPG di Pangkalan Resmi

Pertamina Minta Konsumen Beli LPG di Pangkalan Resmi

9 tahun ago
Tekan Biaya Produksi, PLN Bakal Akuisisi Tambang Batubara

Tekan Biaya Produksi, PLN Bakal Akuisisi Tambang Batubara

8 tahun ago

Sering Dibaca

  • Potensi Uranium Indonesia 77 Ribu Ton, Bisa Penuhi Kebutuhan Listrik 40 Tahun

    Potensi Uranium Indonesia 77 Ribu Ton, Bisa Penuhi Kebutuhan Listrik 40 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Marzuki Daham Diangkat Sebagai BPMA Dalam Kelola Migas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daerah Terisolir, Pemkab Maybrat Kembangkan Listrik Mikro Hidro

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berikut Profil Singkat Perusahaan yang Kena Sanksi Daftar Hitam oleh Pertamina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wah, Banyak Perusahaan Tambang Tunggak Royalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

RSS Moneter.id

  • FWD Insurance Luncurkan FWD Essential Future, Solusi Perlindungan dan Keuangan untuk Nasabah Affluent 29 Agustus 2025
  • Jawa Tengah Berani Mendunia, Strategi Ekspor Baru Diluncurkan di HUT ke-80 29 Agustus 2025
  • Meski Kondisi Tekstil Penuh Tantangan, TRIS Konsisten Bagi Dividen Interim Sebesar Rp7 M 29 Agustus 2025
  • Tingkat Hunian Pusat Perbelanjaan di Jakarta Diproyeksikan Meningkat Seiring Terbatasnya Pasokan Baru 29 Agustus 2025
  • AIT Dorong Lompatan Digital KFC Indonesia Melalui KFCKu App 28 Agustus 2025
  • Zurich Luncurkan ZLO, Asuransi Jiwa Tambahan yang Memproteksi Hingga 100 Tahun  28 Agustus 2025
  • BASF Indonesia Luncurkan Herbisida Pratumbuh Luxinum untuk Pengendalian Gulma 28 Agustus 2025
  • Laba Bersih BTN Tumbuh 13,6 Persen Pada Akhir Semester I-2025 28 Agustus 2025
  • Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global, Alibaba.com Luncurkan Guarantee Package 28 Agustus 2025
  • TASPRO Masuki Pasar Co-living Indonesia, Hadirkan Cove Aspena Residence 28 Agustus 2025
EKSPLORASI.ID

© 2020 Eksplorasi.id - REFERENSI BERITA ENERGI

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KETENTUAN LAYANAN
  • PEDOMAN SIBER
  • HUBUNGI KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • INDEPTH
  • RAGAM
  • ENGLISH NEWS
  • OPINI
  • VIDEO
  • FOTO
  • INFOGRAFIS
  • INDEKS

© 2020 Eksplorasi.id - REFERENSI BERITA ENERGI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In