• EKSPLORASI.ID
  • MONETER.ID
  • BANTEN.CO
Minggu, Agustus 31, 2025
  • Login
EKSPLORASI.ID
  • HOME
  • BERITA
  • INDEPTH
  • RAGAM
  • ENGLISH NEWS
  • OPINI
  • VIDEO
  • FOTO
  • INFOGRAFIS
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • INDEPTH
  • RAGAM
  • ENGLISH NEWS
  • OPINI
  • VIDEO
  • FOTO
  • INFOGRAFIS
  • INDEKS
No Result
View All Result
EKSPLORASI.ID
No Result
View All Result
Home GAS

Ini Alasan Harga Gas di Singapura dan Malaysia Lebih Murah

by Eksplorasi.id
14 September 2016
in GAS
0
Proyek ‘City gas’ Jambi Terkendala Pipa Bocor

Ilustrasi pipa | Foto : Istimewa.

0
SHARES
50
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Eksplorasi.id – Harga gas di Indonesia tidak bisa dibanding secara apple to apple dengan harga gas di Singapura maupun di Malaysia. Ada sejumlah faktor fundamental yang menjadi pembeda. 

Ilustrasi pipa gas | Istimewa
Ilustrasi pipa gas | Istimewa

Pemerhati sektor energi Fahmy Radhi mengatakan, salah satu penyebab harga gas di Indonesia lebih mahal adalah, Indonesia memiliki luas wilayah yang jauh lebih besar dibandingkan Singapura dan Malaysia, sehingga butuh jaringan pipa yang lebih panjang.

“Selain itu, pemerintah kedua negara tersebut (Singapura dan Malaysia) yang membangun jaringan pipa dan masih memberikan subsidi kepada konsumen gas, baik konsumen rumah tangga maupun konsumen industri,” kata dia kepada Eksplorasi.id di Jakarta, Rabu (14/9).

Fahmy juga memaklumi dan sangat wajar kalau harga gas di kedua negara itu lebih murah ketimbang harga gas di Indonesia. Di satu sisi, terang dia, trader modal dengkul juga menjadi salah satu faktor dominan mahalnya harga gas di Tanah Air.

Fahmy Radhi | Foto : Istimewa
Fahmy Radhi | Foto : Istimewa

“Harga gas Indonesia di mulut sumur USD 5 per MMBtu itu sesuai dengan harga pasar dunia. Tapi, sampai di konsumen industri bengkak jadi USD 16 per MMBtu. Kenaikan hingga USD 11 per MMBtu akibat panjangnya jalur distribusi disebabkan masuknya trader non-pipa sebagai makelar modal dengkul dalam perdagangan gas,” jelas dia.

Menurut Fahmy, karena kelihaian dan kedekatan dengan pengambil keputusan, banyak trader modal dengkul yang memeroleh jatah menyalurkan gas lalu dijual kembali kepada trader pemilik pipa jarak pendek.

“Dari trader pemilik pipa pendek, kemudian dijual lagi ke pemilik pipa yang punya pipa ke konsumen industri atau menggunakan pipa open access dengan membayar toll fee,” ujar dia.

Baca juga :

  • Harga Gas RI Mahal, Harus Dilihat Proporsional

Selanjutnya, imbuh Fahmy, setiap trader memungut margin dan membayar toll fee yang dibebankan ke harga konsumen. Jalur distribusi yang bertingkat ini yang menyebabkan harga gas pada konsumen menjadi mahal.

Fahmy menyarankan, guna meminimkan harga gas, pemerintah harus melarang trader non-jaringan, yang sebagian dikendalikan oleh mafia migas, dalam perdagangan gas. “Setiap trader harus memiliki jaringan pipa yang menghubungkan hingga ke konsumen,” tegas dia.

Selama ini, lanjut dia, mahalnya harga gas tidak hanya ditanggung konsumen industri tekstil dan pupuk, tetapi PLN sebagai pemasok listrik juga mengalami hal serupa.

Reporter : Ponco Sulaksono

Tags: Harga GasheadlineindustriMahalMalaysiasingapurasubsidi
Eksplorasi.id

Eksplorasi.id

Next Post
Rusia dan Algeria Kembangkan Nuklir untuk Tujuan Damai

Masih Ada Tarik Ulur Energi Nuklir dalam Program Energi Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Recommended

Sri Mulyani Resmi Izinkan Asing Kelola Penuh Kilang Minyak RI?

Sri Mulyani Resmi Izinkan Asing Kelola Penuh Kilang Minyak RI?

9 tahun ago
Pakai Jasa Konsultan Asing Tetapkan Harga Listrik Panas Bumi, ADPPI Kecam Pemerintah

Dukung Panas Bumi, Indonesia Terima Hibah Rp 734,8 Miliar dari Bank Dunia

9 tahun ago

Sering Dibaca

  • Toto Nugroho, Mantan Dirut Petral Kini Jabat Presdir Pertagas

    Toto Nugroho, Mantan Dirut Petral Kini Jabat Presdir Pertagas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Perusahaan Tambang Emas ini Masuki Tahap Persiapan Konstruksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pertamina Patra Niaga Catat Kenaikan Volume Penyaluran BBM Hingga 17% di Tahun 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Babel Awasi Ketat Operasi Kapal Isap Produksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berikut Ini Empat Masalah Besar yang Dihadapi Pertamina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

RSS Moneter.id

  • FWD Insurance Luncurkan FWD Essential Future, Solusi Perlindungan dan Keuangan untuk Nasabah Affluent 29 Agustus 2025
  • Jawa Tengah Berani Mendunia, Strategi Ekspor Baru Diluncurkan di HUT ke-80 29 Agustus 2025
  • Meski Kondisi Tekstil Penuh Tantangan, TRIS Konsisten Bagi Dividen Interim Sebesar Rp7 M 29 Agustus 2025
  • Tingkat Hunian Pusat Perbelanjaan di Jakarta Diproyeksikan Meningkat Seiring Terbatasnya Pasokan Baru 29 Agustus 2025
  • AIT Dorong Lompatan Digital KFC Indonesia Melalui KFCKu App 28 Agustus 2025
  • Zurich Luncurkan ZLO, Asuransi Jiwa Tambahan yang Memproteksi Hingga 100 Tahun  28 Agustus 2025
  • BASF Indonesia Luncurkan Herbisida Pratumbuh Luxinum untuk Pengendalian Gulma 28 Agustus 2025
  • Laba Bersih BTN Tumbuh 13,6 Persen Pada Akhir Semester I-2025 28 Agustus 2025
  • Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global, Alibaba.com Luncurkan Guarantee Package 28 Agustus 2025
  • TASPRO Masuki Pasar Co-living Indonesia, Hadirkan Cove Aspena Residence 28 Agustus 2025
EKSPLORASI.ID

© 2020 Eksplorasi.id - REFERENSI BERITA ENERGI

Navigate Site

  • REDAKSI
  • KETENTUAN LAYANAN
  • PEDOMAN SIBER
  • HUBUNGI KAMI

Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME
  • BERITA
  • INDEPTH
  • RAGAM
  • ENGLISH NEWS
  • OPINI
  • VIDEO
  • FOTO
  • INFOGRAFIS
  • INDEKS

© 2020 Eksplorasi.id - REFERENSI BERITA ENERGI

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In